Sinshe GUNAWAN - Ahli Wasir & Anus Fistula
INFO : Kunjungan Pengobatan Sinshe GUNAWAN ke Jakarta Pada TGL: 05 - 06 NOVEMBER 2011 - Daftar Segera Untuk Mendapatkan Kesembuhan Total (Terbatas)....
Others
Others

View Sinshe GUNAWAN in a larger map
Categories
Testimonial
miya sovina
Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail

Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail

Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

Top Stories » Protease Inhibitor Baru untuk pengobatan Hepatitis C

Urut berdasarkan

Mencapai Tingkat ‘penyembuhan’ 80% pada Pasien dengan Infeksi HCV Genotipe 1

Protease Inhibitor Baru untuk pengobatan Hepatitis C Mencapai Tingkat ‘penyembuhan’ 80% pada Pasien dengan Infeksi HCV Genotipe 1

Kombinasi terapi hepatitis C (HCV) yang termasuk telaprevir (VX-950) protease inhibitor (PI) HCV yang masih dalam percobaan menghasilkan tanggapan virus yang bertahan (sustained viral response/SVR) pada lebih dari 80% pasien monoinfeksi hepatitis C dengan HCV genotipe 1 (G1) yang belum pernah memakai pengobatan (naif pengobatan).

Sebuah penelitian lain menemukan tingkat SVR yang setara dengan yang dicapai dengan PI lain, boceprevir. Temuan tersebut diumumkan pada pertemuan American Association for the Study of Liver Disease (AASLD) di Boston, AS.

Tingkat SVR itu paling sedikit 30% lebih tinggi dibandingkan tingkat SVR yang dicapai dalam uji coba pada pasien dengan monoinfeksi HCV G1 yang diobati dengan rejimen interferon pegilasi/ribavirin yang baku.

Sejumlah 82% pasien mencapai SVR dalam 24 minggu (12 minggu dengan telaprevir plus interferon/ribavirin dan 12 minggu dengan interferon/ribavirin saja), dengan pengobatan baku untuk G1 bertahan hingga 48 minggu. SVR, yang dianggap sebagai setara dengan penyembuhan didefinisikan sebagai HCV tidak terdeteksi hepatitis C dalam enam bulan setelah terapi dihentikan.

Hasilnya sama baiknya dibandingkan hasil yang dicapai dalam penelitian sebelumnya – PROVE – yang meneliti telaprevir – dengan pencapaian tingkat SVR hampir 70% dibandingkan dengan kurang dari 50% pada pasien yang memakai plasebo.

Hasil akhir dari penelitian ini, VX950-C208, diumumkan dalam siaran pers dari dua produsen obat tersebut, Tibotec dan Vertex, untuk melengkapi presentasi di Konferensi. Empat perbedaan pada penelitian ini dibandingkan penelitian PROVE:

* Tidak ada kelompok kontrol dengan plasebo: semua pasien memakai telaprevir;
* 50% pasien memakai pegilasi interferon-alfa-2a (Pegasys) dan 50% lainnya memakai interferon-alfa-2b (PegIntron);
* 50% pasien memakai telaprevir 750mg tiga kali sehari, sebagaimana pada penelitian PROVE, sementara 50% lainnya memakai 1250mg dua kali sehari;
* Apabila pasien mencapai viral load tidak terdeteksi pada minggu keempat uji coba dan mempertahankannya hingga minggu ke-20, mereka diizinkan untuk menghentikan pengobatan pada minggu ke-24. Kecuali 18% pasien yang tetap memakai pengobatan sampai dengan minggu ke-48.
* 85% pasien yang memakai telaprevir tiga kali sehari plus Pegasys mencapai SVR, dan 82,5% di antaranya memakai telaprevir dua kali sehari.
* Pada pasien pengguna PegIntron, SVR dicapai oleh 81% pasien pengguna telaprevir tiga kali sehari, dan 82,1% pada pengguna telaprevir dua kali sehari. Perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik. Yang menarik, pada minggu ke-2 tampak perbedaan pada hasil, dengan 93% pengguna telaprevir tiga kali sehari mencapai HCV tidak terdeteksi dan 84% pada pengguna telaprevir dua kali sehari.

Sehubungan dengan efek samping, siaran pers yang melampiri hasil uji coba berkomentar bahwa “efek samping adalah serupa dengan pasien yang diamati dalam uji coba lain terhadap telaprevir.” Angka lain yang diberikan untuk “efek samping berat yang mengarah pada penghentian penggunaan seluruh jenis obat,” yang merupakan definisi yang sangat ketat. Sejumlah 3% menghentikan pengobatan karena ruam dan 2% akibat anemia. Dalam uji coba PROVE 1, 21% pasien menghentikan pengobatan telaprevir dan 12% pada uji coba 2 trials 21% dibandingkan 11% pengguna plasebo pada uji coba PROVE 1 dan 7% pada uji coba PROVE 2. Efek samping utama akibat telaprevir adalah ruam yang tergolong ‘berat’, dengan 7% pada uji coba PROVE 1, dan 15% pada uji coba PROVE 2.

Viral load akhir tidak disebutkan. Angka sementara dalam abstrak menunjukkan bahwa sembilan pasien (5,6%) pada awalnya mengalami penurunan viral load tetapi kemudian viral load HCV meningkat kembali pada minggu 12, kesembilan pasien tersebut memiliki mutasi yang resistan terhadap telaprevir.

Konferensi AASLD mengumumkan tentang banyak obat baru untuk hepatitis C. Juga diumumkan hasil uji coba PROVE 3, uji coba telaprevir pada pasien yang sebelumnya gagal dengan terapi hepatitis C. Dalam uji coba ini, hampir 40% pasien yang sebelumnya gagal menanggapi pegilasi interferon/ribavirin dan hampir 70% yang menanggapi tetapi kemudian gagal menanggapi, mencapai SVR dengan 24 minggu terapi, sementara 76% yang mengalami peningkatan viral load mencapai SVR dengan 48 minggu terapi.

Penelitian terhadap boceprevir yang dilakukan oleh Schering-Plough, uji coba terhadap PI hepatitis C yang pertama kali, menemukan tingkat SVR 82% pada pasien HCV G1 yang memiliki viral load tidak terdeteksi pada minggu ke empat, dan 79% oleh pasien yang tidak mencapai SVR pada minggu ke empat tetapi pada minggu ke-16. Pada penelitian boceprevir yang kedua ditemukan tingkat SVR 55% di antara pasien yang sebelumnya gagal menanggapi pegilasi interferon/ribavirin. Dalam penelitian ini, pegilasi interferon/ribavirin diberikan selama empat minggu lalu ditambah dengan boceprevir selama 24 minggu (pada pasien naif pengobatan) dan 44 minggu (pada pasien yang sebelumnya gagal menanggapi).

NFA - Kalbe

Information
Product Scroller
Pembayaran
BCA
a/n: Eddy Gunawan    
BCA 3890274926
Mandiri
a/n: Eddy Gunawan
141-00-1093655-7
BNI

a/n. Rosana Rohana

3328888639


Login
Search
Search:
Others

© 2008 Sinshe GUNAWAN
Griya Asri kav. G-6/23 Pakuwon City
Telp : 031-5991439  Hp : 08123208863

Surabaya 60112


Toko Online