Sinshe GUNAWAN - Ahli Wasir & Anus Fistula
INFO : Kunjungan Pengobatan Sinshe GUNAWAN ke Jakarta Pada TGL: 05 - 06 NOVEMBER 2011 - Daftar Segera Untuk Mendapatkan Kesembuhan Total (Terbatas)....
Others
Others

View Sinshe GUNAWAN in a larger map
Categories
Testimonial
miya sovina
Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail

Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail

Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

Artikel Lainnya » Lemak Perut Terhubung ke Resiko Migran

Urut berdasarkan

Belly Fat Linked to Risk of Migraines

Lemak Perut (Belly Fat) Terhubung ke Resiko Migran


Studi Menunjukkan Kelebihan Belly Fat dapat Meningkatkan Resiko Migran untuk Pria dan Wanita yang Berusia Di bawah 55 tahun.


By Salynn Boyles WebMD Health News Reviewed by Louise Chang, MD

Belly fat telah dihubungkan dengan peningkatan resiko untuk penyakit jantung dan diabetes. Sekarang penelitian baru menunjukkan ia juga dapat dihubungkan ke salah satu resiko untuk Migran, setidaknya sampai usia pertengahan.

Lingkar pinggang yang ditemukan menjadi peramal dari aktifitas Migran yanglebih baik daripada kegemukan umum yang terjadi pada laki-laki dan perempuan sampai diatas usia 55 tahun.

Penelitian sebelumnya telah terhubung kegendutan dengan peningkatan frekuensi Migran di orang-orang yang sudah memilikinya. Tetapi studi baru adalah salah satu dari beberapa yang menyarankan bahwa kegemukan menimbulkan keseluruhan resiko untuk Migran. 

Dan itu adalah yang pertama untuk memeriksa apakah lemak perut mungkin memainkan peran tertentu dalam Migran dan yang sering menimbulkan sakit kepala parah.

Temuan tersebut akan disampaikan pada bulan April pada pertemuan tahunan American Academy of Neurology (AAN) di Seattle.

 

Belly Fat dan Migran

Peneliti dari Philadelphia's Drexel University College of Medicine meneliti data yang dikumpulkan lebih dari 22.000 peserta National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES).

Survei termasuk pengukuran kedua abdominal obesity, dengan mengukur lingkar pinggang, dan keseluruhan kegemukan, seperti yang ditetapkan oleh indeks massa tubuh (BMI). Data juga termasuk laporan diri perkiraan migrain dan frekuensi sakit kepala yang parah. 

Perempuan tiga kali lebih besar dari pria untuk menderita Migran. Peneliti B. Lee Peterlin, DO, WebMD memberitahu bahwa temuan ini dapat membantu peneliti untuk memahami perbedaan jender ini.

"Ini mungkin salah satu bagian dari teka-teki," ujarnya. "Ini tidak menunjukkan bahwa jika anda kehilangan lemak perut ekstra akan menyembuhkan Migran anda. Tetapi itu mungkin merupakan petunjuk untuk membantu menjelaskan dimorphism seksual dalam migrain." 

Bahkan setelah pengendalian untuk keseluruhan kegemukan, kelebihan lemak perut adalah terkait dengan peningkatan yang signifikan dalam kegiatan migrain laki-laki dan perempuan antara usia 20 dan 55.

"Ini adalah usia ketika migrain adalah paling lazim," ujarnya. "Temuan kami menunjukkan bahwa kedua dari obesitas yang umum dan abdominal obesity terkait dengan peningkatan kelaziman dari migrain didalam kelompok usia ini."

Perempuan dengan perut lemak ekstra yang 30% lebih mungkin untuk mengalami Migran daripada perempuan tanpa kelebihan lemak perut, bahkan setelah menghitung keseluruhan kegemukan, faktor resiko untuk penyakit jantung, dan karakteristik demografis. Hubungan antara lemak perut dan Migran laki-laki di dalam kelompok umur ini tidak signifikan apabila menghitung untuk faktor-faktor ini. 

 

Migran di Perempuan

Temuan menunjukkan bahwa lemak perut merupakan faktor resiko penting untuk migrain, namun mungkin lebih penting dalam perempuan daripada pria, kata Peterlin.

Setelah umur 55 tahun, membawa ekstra berat disekitar lingkaran tengah muncul kaitannya dengan sedikit penurunan resiko migrain perempuan, tetapi alasan untuk ini tidak jelas.

"Itu adalah kejutan," ujar Peterlin. "Nampaknya ada dampak pada setiap umur, tetapi perubahan. Dalam perempuan di bawah usia 55 tahun, lemak perut adalah buruk. Tetapi lebih dari 55 tahun, memiliki lemak perut mungkin sebenarnya akan memberi sedikit perlindungan terhadap migrain."

Peneliti Migrain Stephen Silberstein, MD, memberitahukan WebMD bahwa penelitian baru lebih menimbulkan pertanyaan daripada jawaban. 

Silberstein adalah juru bicara untuk American Academy of Neurology dan profesor dari neurology di Thomas Jefferson University di Philadelphia.

"Studi berbasis populasi besar menunjukkan bahwa kegemukan berhubungan dengan frekuensi, tetapi bukan munculnya Migran," ujarnya. "Ini adalah pertama kalinya orang telah melihat lingkaran perut dan mereka menemukan bahwa itu memprediksikan keberadaan Migran. Ini adalah pengamatan yang menarik, tetapi temuan ini tentu saja harus digandakan."

Information
Product Scroller
Pembayaran
BCA
a/n: Eddy Gunawan    
BCA 3890274926
Mandiri
a/n: Eddy Gunawan
141-00-1093655-7
BNI

a/n. Rosana Rohana

3328888639


Login
Search
Search:
Others

© 2008 Sinshe GUNAWAN
Griya Asri kav. G-6/23 Pakuwon City
Telp : 031-5991439  Hp : 08123208863

Surabaya 60112


Toko Online