Sinshe GUNAWAN - Ahli Wasir & Anus Fistula
INFO : Kunjungan Pengobatan Sinshe GUNAWAN ke Jakarta Pada TGL: 05 - 06 NOVEMBER 2011 - Daftar Segera Untuk Mendapatkan Kesembuhan Total (Terbatas)....
Others
Others

View Sinshe GUNAWAN in a larger map
Categories
Testimonial
miya sovina
Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail

Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail

Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail

» isi testimonial
» lihat testimonial

Artikel Lainnya 2 » Superbug NDM-1

Urut berdasarkan

Superbug NDM-1, Bakteri Superbandel Yang Mengancam Dunia

Pemberian antibiotika yang berlebihan dan tidak terkendali saat ini membuahkan akibatnya. Beberapa ahli kesehatan di penjuru dunia mulai menemukan sebuah bakteri superbug atau bakteri yang kebal terhadap antibiotika. Berbeda dengan berbagai temuan berbagai virus baru ganas seperti flu burung, SARS atau flu babi yang dapat sembuh sendiri tanpa diobati. Bakteri ganas ini bila menjangkiti seseorang, maka orang tersebut akan terancam nyawanya tanpa ada obat atau antibiotika yang melawannya.

Bakteri “super” atau superbug yang bernama NDM-1 (New Delhi Metallo-beta-laktamase-1) ini telah muncul di India, Pakistan, Inggris, Amerika dan berbagai belahan dunia lainnya. Bakteri ini juga telah menyebar di rumah sakit di Inggris, para ahli kesehatan dunia memperingatkan bakteri “super” ini bisa menjadi masalah besar di seluruh dunia.

Ilmuwan Inggris menyebut bakteri ini tersebar akibat ulah para “wisatawan” medis yang kerap melakukan operasi plastik untuk kecantikan di negara tersebut. Kasus kematian akibat super bakteri ini pertama kali dilaporkan ketika seorang warga Belgia meninggal setelah melakukan pengobatan medis di India. Beberapa kasus lainnya juga didapati setelah penderita melakukan operasi plastik atau operasi kosmetik di India.

Para ilmuwan takut bakteri bernama NDM-1 (New Delhi Metallo-beta-laktamase-1) bisa masuk dengan mudah di dalam bakteri seperti E.coli. Bila sampai terjadi bakteri ini bisa menyebar dengan cepat dan hampir mustahil untuk bisa diobati. Sebab,menurut para ilmuwan NDM-1 bisa mengubah bakteri, menjadi kebal terhadap antibiotik yang paling kuat saat ini yaitu carbapenems. “Ada sejumlah kasus di Inggris, namun sejauh ini sejumlah besar kasus tampaknya terkait dengan perjalanan dan perawatan rumah sakit di India,” kata Dr David Livermore, peneliti Inggris Health Protection Agency kepada BBC. ”Jenis resistensi ini telah menyebar sangat luas di sana.” Di Amerika Serikat kasus NDM-1 juga telah diidentifikasi antara bulan Januari dan Juni lalu, Wall Street Journal menuliskan soal ini. Menurut Pusat pengawasan pencengahan penyakit Amerika (CDC/Centers for Disease Control and Prevention) para pasien ini telah menjalani perawatan medis di India.

Rumah sakit adalah salah satu tempat paling mudah untuk terkena bakteri superbug. Karena, rumah sakit adalah tempat berbagai penyakit berbahaya yang potensial untuk berkembang. Para ahli di Amerika di CDC memperkirakan bahwa hampir 100.000 orang meninggal akibat bakteri superbug di seluruh rumah sakit setiap tahun. Hampir 1.700.000 pasien di rumah sakit terjangkit infeksi yang tidak ada obatnya ini. Pada tahun 2007, sembilan atlet dari Iona College di New York terkena Methicillin-resistant Staphylococcus aureus atau MRSA, infeksi yang masuk dalam keluarga stafilokokus ini ternyata sudah termasuk dalam bakteri superbugs.

Penularan melalui bahan makanan sampai saat ini memang masih kurang diperhatikan. Tetapi ternyata terdapat temuan bakteri superbugs MRSA ditempat pertokoan yang menjual daging babi, ayam, daging sapi dan daging lain di AS. Dan awal tahun ini, peneliti mengatakan penggunaan berlebihan antibiotik dalam produksi pertanian menjadi penyebab utama pertumbuhan bakteri superbug dalam rantai makanan.

Pada tahun 2009, peneliti di Turki menemukan bahwa 95 persen handphone dokter dan perawat memiliki setidaknya satu strain bakteri, dan 35 persen memiliki dua jenis bakteri bersamaan. Yang mengejutkan ternyata pada satu dari delapan ponsel dit
emukan bakteri superbugs MRSA. Ponsel tersebut dapat menyebarkan penyakit yang sangat mematikan. Hal ini terjadi bukan karena jarang dibersihkan, tetapi ponsel tersebut tersentuh oleh tangan, telinga, dan mulut. Sehingga saat ini berbagai institusi merekomendasikan metode pengendalian infeksi yang ketat pada setiap orang untuk mencegah penyebaran bakteri super itu melalui ponsel. Membersihkan ponsel secara berkala saat ini juga merupakan tindakan yang harus dilakukan dan dipikirkan untuk mencegah penyebaran bakteri super yang menakutkan itu.

Penyakit menular seksual kencing nanah atau Gonore adalah penyakit yang potensial juga terkena bakteri super ini. Hal ini terjadi karena mudahnya penularan melalui hubungan seksual dan penggunaan obat yang berlebihan dan tidak terkendali. Saat ini banyak kasus yang mulai ditemukan penyakit itu sudah resisten terhadap antibiotika biasa dan harus menggunakan antibiotik kelas berat. Bila gonore akan berubah menjadi super bakteri maka akan sangat mencemaskan dunia. Bila hal ini terjadi maka nantinya bisa saja penyakit kencing nanah atau gonore ini bisa menjadi penyakit seberbahaya HIV atau AIDS.

New Delhi Metallo-beta-laktamase atau NDM-1

New Delhi Metallo-beta-laktamase, atau NDM-1 adalah sebuah enzim yang jika ditemukan dalam bakteri umum seperti E. coli, Salmonella dan K. pneumonia dapat menjadi sangat berbahaya. Bakteri ini adalah yang paling resisten terhadap antibiotik. NDM-1 ini merupakan ancaman, sangat serius bagi umat manusia di dunia. Keadaan ini secara pasti akan mengancam nyawa jutaan umat manusia bila tidak ditemukan antibiotika untuk menangkalnya. Sebuah jalan terakhir dan juga harapan terakhir untuk mengatasinya ada pada antibiotik, carbapenem. Sayangnya hingga saat ini bakteri superbug NDM-1 ini benar-benar resisten terhadap antibiotik secanggih carbapenem. Hal itu membuat ilmuwan jadi kelabakan dan terus mengadakan penelitian guna melawan bakteri ganas tanpa obat ini.
Pencegahannya
Sebaiknya saat ini bila tidak terlalu penting, harus mempertimbangkan masak-masak bila ingin berpergian ke daerah yang telah dijangkiti bakteri superbug NDM-1 ini. Higiena sanitasi di lingkungan yang baik dengan menjaga kebersihan sangat diperlukan. Selain itu meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup adalah kunci utama menangkal penyakit ini. Pada penderita penyakit dengan kekebalan tubuh yang buruk seperti usia lanjut usia, penderita HIV, AIDS, penderita Gagal ginjal, penderita kanker, kurang gizi atau gangguan kekebalan tubuh lainnya harus lebih mewaspadai penularan bakteri ini. Disamping itu bagi penderita yang sering mengalami batuk, pilek yang berkepanjangan atau lebih khusus lagi pada penderita asma, alergi dan hipersensitif saluran cerna yang sering mengalami gangguan mekanisme pertahanan tubuh juga harus lebih waspada.

Yang paling penting penggunaan antibiotika yang berlebihan harus segera dihentikan agar bakteri superbug lainnya tidak lahir lagi. Pemakaian antibiotika berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut “superinfection”. Pemberian antibiotika yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut “superbugs”.

Pemberian antibiotika irasional atau berlebihan pada anak dan orang dewasa tampaknya memang semakin meningkat dan semakin mengkawatirkan saat ini. Pemberian antibiotika berlebihan atau pemberian irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya. Sebenarnya permasalahan ini dahulu juga dihadapi oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut penelitian US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989, setiap tahun sekitar 84% anak mendapatkan antibiotika. Hasil lainnya didapatkan, 47,9% resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotika. Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut.

Di Indonesia belum ada data resmi tentang pemberian antibiotika ini. Sehingga semua pihak saat ini tidak terusik atau tidak khawatir dan sepertinya tidak bermasalah. Berdasarkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian antibiotika berlebihan di Indonesia, jauh lebih banyak dan lebih mencemaskan. Rumitnya permasalahan pemberian antibiotika yang irasional di Indonesia tampaknya sangat sulit dipecahkan, hal ini karena penyebab pemakaian antibiotika berlebihan ini karena antibiotika merupakan bisnis besar di dunia farmasi yang melibatkan banyak pihak.

Rekomendasi dan kampanye penyuluhan ke orangtua dan dokter telah dilakukan oleh CDC dan AAP (American Academy of Pediatrics) untuk memberikan pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika. Pilek, panas dan batuk adalah gejala dari Infeksi Pernapasan Atas yang disebabkan virus. Perubahan warna dahak dan ingus berubah menjadi kental kuning, berlendir dan kehijauan adalah merupakan perjalanan klinis Infeksi Saluran Napas Atas karena virus, bukan merupakan indikasi antibiotika. Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit dan mencegah infeksi tumpangan bakteri.

Upaya ini seharusnya menjadi contoh yang baik terhadap intitusi yang berwenang di Indonesia dalam mengatasi permasalahan pemberian antibiotika ini. Bila perilaku pemakaian antibiotika yang berlebihan ini masih diteruskan, maka penyebaran bakteri superbug ini akan lebih mudah terjadi. Bila hal berbahaya ini sudah terjadi, maka manusia hanya bisa menyesali nasib akibat perbuatannya sendiri.

dr. Widodo Judarwanto, Sp.A
Dokter di RS Ibu dan Anak Bunda Jakarta

Information
Product Scroller
Pembayaran
BCA
a/n: Eddy Gunawan    
BCA 3890274926
Mandiri
a/n: Eddy Gunawan
141-00-1093655-7
BNI

a/n. Rosana Rohana

3328888639


Login
Search
Search:
Others

© 2008 Sinshe GUNAWAN
Griya Asri kav. G-6/23 Pakuwon City
Telp : 031-5991439  Hp : 08123208863

Surabaya 60112


Toko Online