Sinshe GUNAWAN - Ahli Wasir & Anus Fistula
INFO : Kunjungan Pengobatan Sinshe GUNAWAN ke Jakarta Pada TGL: 05 - 06 NOVEMBER 2011 - Daftar Segera Untuk Mendapatkan Kesembuhan Total (Terbatas)....
Others
Others

View Sinshe GUNAWAN in a larger map
Categories
Testimonial
miya sovina
Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail

Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail

Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

Artikel Lainnya 2 » Mitos & Fakta Tentang Mendonorkan Organ

Urut berdasarkan

Mitos & Fakta Tentang Mendonorkan Organ

Transplantasi atau menerima organ dari orang lain (donor) kadang menjadi pilihan terakhir bagi pasien yang penyakitnya sudah tidak bisa ditangani lagi dengan obat-obatan ataupun prosedur lainnya. Transplantasi sendiri adalah suatu tindakan medis untuk memindahkan sebagian tubuh atau organ yang sehat untuk menggantikan fungsi organ sejenis yang tidak dapat berfungsi lagi. Transplantasi dapat dilakukan pada diri orang yang sama (auto transplantasi), pada orang yang berbeda (homotransplantasi) ataupun antar spesies yang berbeda (xeno-transplantasi). Organ yang ditransplantasikan / didonorkan ini dapat berasal dari manusia hidup ataupun yang sudah meninggal (dengan organ yang masih berfungsi baik). Meskipun untuk saat ini, donor organ yang berasal dari orang yang sudah meninggal masih belum ada undang-undang yang mengaturnya di Indonesia.

Kebutuhan akan donor organ masih sangat banyak. Di setiap negara, daftar antrian orang yang menanti untuk mendapatkan organ dari pendonor sangatlah panjang. Misalnya di Amerika Serikat, menurut situs organtransplants.org, daftar antrian orang yang membutuhkan donor organ mencapai lebih dari 84.000 orang. Mereka terdiri dari pria, wanita & anak-anak.

Organ tubuh yang dapat didonorkan

Sumber : topnews.ae

Untuk di Indonesia, belum ada lembaga resmi atau yang berasal dari masyarakat yang khusus mengurusi mengenai donor organ ini, baik pemberi ataupun penerimanya. Orang yang menjalani transplantasi aatau pendonoran organ biasanya mencari/menemukan sendiri pendonor yang mau mendonorkan organnya untuk mereka. Meskipun demikian, diyakini kebutuhan akan donor organ di Indonesia juga cukup tinggi, mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar.

Masih banyak yang ragu untuk mendonorkan organ

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kebutuhan akan organ untuk penerima donor sangatlah tinggi tapi tidak demikian dengan ketersediaan organ dari pemberi donor organ. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab hal tersebut, mulai dari minimnya informasi mengenai donor organ hingga kekhawatiran-kekhawatiran pemberi donor organ Berikut adalah beberapa hal yang menjadi mitos sehingga membuat orang khawatir untuk mendonorkan organnya setelah meninggal, yang diambil medicastore.com dari  mayoclinic.com :

1. Mitos : Jika saya setuju untuk mendonorkan organ, maka pihak rumah sakit tidak akan berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa saya.

Fakta : Jika ada orang yang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, maka dokter akan berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut bukannya orang lain. Pasien akan ditangani oleh dokter spesialis yang sesuai dengan kondisi medis yang dialami. Dokter yang melakukan perawatan tidak ada hubungannya dnegan transplantasi / donor organ.

2. Mitos : Bisa saja saya belum sepenuhnya meninggal saat mereka menyatakan kematian saya.

Fakta : Meskipun ini merupakan topik yang banyak dibahas, tetapi sebenarnya orang yang sudah meninggal kecil kemungkinannya untuk hidup kembali. Kemudian untuk orang yang telah bersedia untuk mendonorkan organnya setelah meninggal, mereka akan diberikan tes yang lebih banyak lagi untuk memastikan bahwa mereka memang telah benar meninggal.

3. Mitos : Mendonorkan organ bertentangan dengan kepercayaan saya.

Fakta : Mendonorkan organ sesuai dengan kepercayaan sebagian besar kepercayaan/agama yang ada untuk saling memberi & menolong. Tetapi bila masih ragu dengan hal tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan pemuka agama masing-masing.

4. Mitos : Umur saya masih dibawah 18 tahun, saya masih terlalu muda untuk membuat keputusan tersebut.

Fakta : Hal ini benar adanya. Tetapi orang tua dapat memberikan izin untuk memenuhi keinginan tersebut. Bicarakan hal tersebut dengan orang tua, sehingga orang tua dapat menyetujui keinginan tersebut. Anak-anak banyak juga yang membutuhkan organ & biasanya mereka membutuhkan organ yang lebih kecil dari yang biasanya dipunyai oleh orang dewasa.

5. Mitos : Orang yang mendonorkan organ tidak dapat melakukan upacara pemakaman dengan peti terbuka

Fakta : Organ & jaringan yang didonorkan tidak akan mengganggu pemakaman dengan peti terbuka. Tubuh orang yang mendonorkan akan diberi baju, sehingga tidak akan terlihat bekas luka akibat mendonorkan organ. Apabila mendonorkan tulang, maka akan dimasukkan semacam batang untuk menggantikan tulang yang diambil. Sedangkan pada donor kulit, maka yang diambil adalah selapis tipis lapisan kulit (yang menyerupai kulit yang terkelupas) dari punggung pendonor sehingga tidak akan terlihat perbedaannya karena pendonor akan diletakkan telentang didalam petinya.

6. Mitos : Saya terlalu tua untuk mendonorkan. Tidak akan ada yang mau organ dari tubuh saya

Fakta : Tidak ada batas usia yang pasti untuk menjadi donor organ. Organ tubuh telah berhasil didonorkan dengan sukses dari donor yang berusia 70-80 tahun. Keputusan untuk menggunakan organ dari pendonor adalah berdasarkan kriteria medis, bukan dari usia. Sebaiknya jangan menolak diri sendiri, lebih baik dokter yang akan memutuskan pada saat kematian, apakah organ atau jaringan dari tubuh tersebut sesuai atau tidak untuk di donorkan ke orang lain.

7. Mitos :  Kondisi kesehatan saya tidak baik. Tidak akan ada yang mau organ dari tubuh saya

Fakta : Ada beberapa kondisi medis yang memang membuat ornag tidak bisa untuk menjadi pemberi donor organ. Keputusan untuk menggunakan organ dari tubuh seseorang adalah berdasarkan kriteria medis yang ketat. Bisa saja ada beberapa organ yang tidak sesuai untuk didonorkan, sementara organ atau jaringan  yang lainnya lagi bisa untuk didonorkan. Sekali lagi jangan menolak diri sendiri, lebih baik dokter yang akan memutuskan pada saat kematian, apakah organ atau jaringan dari tubuh tersebut sesuai atau tidak untuk di donorkan ke orang lain.

8. Mitos : Saya ingin mendonorkan salah satu ginjal saya sekarang, tetapi tapi saya tidak akan diizinkan untuk melakukannya kecuali salah satu anggota keluarga saya yang membutuhkan.

Fakta : Hal tersebut tidak bisa lagi dilakukan. Apakah itu keluarga jauh, teman ataupun orang asing yang ingin dibantu, maka harus melalui pusat donor organ. Jika seseorang memutuskan untuk menjadi seorang donor hidup, maka dia akan menjalani sesi wawancara yang menyeluruh untuk memastikan bahwa dia sadar akan semua risikonya dan bahwa keputusannya untuk menyumbangkan organ tersebut tidak didasarkan pada keuntungan finansial. Dia juga akan menjalani pengujian untuk menentukan apakah ginjalnya berada dalam kondisi baik dan apakah dia dapat hidup sehat dengan hanya satu ginjal.

9. Mitos : Orang yang kaya & terkenal berada dalam daftar paling atas ketika mereka membutuhkan donor organ.

Fakta : Orang yang kaya & terkenal tidak diberikan perlakukan khusus dalam hal pemberian donor organ. Mungkin terlihat seperti itu karena banyaknya publisitas yang ada ketika seorang selebriti menerima donor organ. Tetapi yang sebenarnya, mereka tidak dibedakan dengan orang lain. Bahkan UNOS atau  the United Network for Organ Sharing, yaitu lembaga yang bertanggung jawab untuk menjaga jaringan organ donor di Amerika Serikat, mensyaratkan para selebiriti tersebut untuk menjalani audit internal. Hal ini untuk memastikan bahwa alokasi organ untuk para selebriti tersebut memang sesuai.

10. Mitos : Keluarga saya akan dibebankan biaya bila saya mendonasikan organ saya.

Fakta : Keluarga dari pendonor tidak akan dibebankan biaya untuk mendonorkan organ tubuhnya. Keluarga akan dikenakan biaya untuk setiap tindakan yang dilakukan saat menyelamatkan hidup pendonor. Biaya-biaya ini yang terkadang salah diartikan sebagai biaya untuk mendonorkan organ. Biaya untuk pemindahan organ tubuh akan dibebankan kepada penerima donor organ.

Kenapa harus mempertimbangkan diri untuk jadi pemberi donor organ


Sumber : logodesignlove.com

 Sekarang setelah mitos-mitos tentang pendonoran organ telah diberikan faktanya, dapat terlihat bahwa mendonorkan organ dapat membantu menyelamatkan nyawa sesorang. Bahkan dengan organ yang didonorkan setelah mati tersebut, 1 orang pendonor akan dapat menyelamatkan nyawa atau meningkatkan kualitas hidup hingga lebih dari 50 nyawa. Selain itu, banyak juga anggota keluarga yang beranggapan bahwa dengan mengetahui orang yang mereka cintai ternyata membantu menyelamatkan nyawa orang, membuat mereka mudah untuk mengatasi rasa kehilangan mereka.

Information
Product Scroller
Pembayaran
BCA
a/n: Eddy Gunawan    
BCA 3890274926
Mandiri
a/n: Eddy Gunawan
141-00-1093655-7
BNI

a/n. Rosana Rohana

3328888639


Login
Search
Search:
Others

© 2008 Sinshe GUNAWAN
Griya Asri kav. G-6/23 Pakuwon City
Telp : 031-5991439  Hp : 08123208863

Surabaya 60112


Toko Online